Kamis, 07 Juli 2011

A Veterinarian's Ghost Stories

Sebuah cerita urban legend, biasanya selalu ber-setting di sebuah tempat yang tua, tak terawat, serta memiliki sejarah kelam yang panjang. Namun ternyata, ada sebuah tempat yang baru ditempati pada tahun 2000, tetapi sudah memiliki seabreg cerita misteri. Bahkan seorang penjaga malam, dengan nada bercanda, mengatakan kalau tempat itu bisa juga digunakan sebagai lokasi uji nyali. Tempat yang dimaksud adalah Fakultas Kedokteran Hewan yang terletak di Kampus C Unair, di daerah Mulyorejo. Bisa dibilang hampir di setiap sudutnya, ada saja kejadian supranatural.
                Sebagian besar warga FKH sudah terbiasa mendengar cerita-cerita yang mampu mendirikan bulu kuduk di kampus mereka tersebut. Mulai dari petugas keamanan, dosen, hingga para mahasiswa. Menurut Fathir, penjaga malam di FKH, dia sering mendengar, bahkan mengalami sendiri kejadian cukup menyeramkan tersebut. Saat sedang sendirian di ruang jaga, dia mendengar suara seperti seorang perempuan memanggil-manggil, namun saat dicari, ternyata tidak ada siapapun. Tak cukup sampai di situ, saat sedang patroli malam, Fathir yang kebetulan ayahnya juga bekerja sebagai penjaga di FKH, didatangi dan ditanyai oleh dua orang mahasiswi yang selesai bermain internet di Hall lantai satu. Mereka bertanya apakah di lantai dua sedang ada acara, dan Fathir kebingungan. Karena semua kegiatan sudah selesai dan tidak acara apapun, jadi suara ribut yang didengar dua mahasiswi tersebut tidak bertuan.
Tangga Hall.
                Masih di seputaran Hall, sekelompok mahasiswa yang usai mengadakan acara berfoto bersama di tangga dekat dengan toilet perempuan. Betapa kagetnya mereka saat melihat hasilnya, ada sesosok hantu narsis menampakkan dirinya di foto, padahal saat dipotret, sosok tersebut tidak ada. Entah foto penampakkan tersebut masih ada atau tidak.
                Masih menurut Fathir, ada ‘penunggu’ di setiap laboratorium. Dua tempat yang paling sering mengalami kejadian mistis adalah Lab. Makanan Ternak dan Lab. Virologi. Hal tersebut diamini Anam Al-Arif, salah seorang dosen di FKH. Anam mengalami sendiri kejadian tersebut. Saat sedang bekerja di Lab. Makanan Ternak, Anam mendengar suara seperti kursi dibentur-benturkan ke papan yang menjadi pemisah antara ruang dosen dan laboratorium. Begitu keluar, dia tidak menemukan apapun. Bahkan tidak ada kursi di laboratorium saat itu. ‘Penunggu’ di lab tersebut juga pernah menampakkan diri pada seorang mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas. Seorang mahasiswi angkatan 2009, sebut saja namanya Dhara, mengatakan bahwa dia pernah melihat sesosok perempuan berambut panjang yang mendadak muncul di sudut ruangan. Padahal dia sedang bersama ketiga temannya. Saat dilihat baik-baik, sosok itu mendadak hilang. Dhara tidak berani berujar kepada ketiga temannya, daripada ditinggal kabur, dan dia harus mengerjakan tugasnya sendirian.
                Fathir kembali menimpali tentang lab tersebut. Suatu pagi, dia pernah menemukan peralatan pembersih AC di lab tersebut. Selidik punya selidik, ternyata petugas pembersih AC mengambil seribu langkah sore hari sebelumnya, karena melihat bayangan perempuan tanpa wujud nyata di jendela yang ada di bawah AC. Peralatannya lupa dibawa saking takutnya petugas tersebut.
Lab. Makanan Ternak
                Beralih ke Laboratorium Virologi. Seorang dosen yang biasa disapa Pak Adib, adalah dosen yang gemar bereksperimen hingga jauh malam. Suatu malam, saat sedang asyik bereksperimen, dia mencari sebotol alkohol. Dicari ke tempat biasa disimpan, botol berisi alkohol raib. Dicari ke seluruh ruangan, tetap tidak ada. Menyerah, dia pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri eksperimennya. Saat sedang mencuci tangan sebelum pulang, air yang dikucurkan beraroma alkohol yang sangat menyengat. Rasanya seperti mencuci tangan dengan alkohol.
                Jika berjalan melewati Laboratorium Makanan Ternak, menuruni tangga, dan menemui parkiran motor, maka anda juga akan melihat sebatang pohon mangga. Pohonnya kurus, dengan batang telah disayat-sayat oleh tangan-tangan iseng. Namun ternyata, pohon tersebut juga memiliki ‘penghuni khusus’. Seorang penjaga malam yang tak mau namanya dicatat, mengatakan bahwa dia pernah melihat sesosok makhluk tinggi besar berwarna hitam yang kemudian mendadak hilang. Penjaga malam itu juga tak sendirian. Seorang mahasiswa juga pernah melihat sosok yang sama, di tempat yang sama. Konon, di tempat itu saat gedung FKH masih baru, seorang tukang bangunan pernah terjatuh dari atap, dan menyangkut di pohon mangga tersebut. Entah bayangan hitam itu sosok si tukang, atau penunggu lainnya, tak ada yang tahu.
                Sudah cukup? Belum. Mari naik ke lantai tiga dan masuk ke ruang kuliah 3A. Di suatu siang, saat itu Fakultas Perikanan masih bergabung dengan FKH, seorang mahasisiwi D3 Perikanan kesurupan saat mengikuti perkuliahan. Di ruangan yang sama, dua orang mahasiswi lainnya, baru-baru ini, terkunci selesai mengerjakan tugas. Padahal sebelumnya, pintunya masih baik-baik saja. Kunci pintu juga sedang tidak terpasang, dan tidak ada yang mengunci pintu tersebut. Cukup lama mereka terkunci di dalam ruangan tersebut, sampai Fathir datang membukakan pintunya. Naik lagi ke lantai 4, seorang cleaning service melihat bayangan di toilet perempuan.  Saat diikuti, bayangan tersebut hilang. Namun tiba-tiba, cleaning service tersebut mendengar suara langkah kaki menuruni tangga, walau saat diintip, ternyata tidak ada siapapun.
               Tertarik untuk menjadi pemburu hantu di FKH? Fathir menyarankan untuk datang dekat waktu maghrib, atau jam 3 pagi. Menurutnya, kebanyakan kejadian tersebut terjadi di saat hari menjelang gelap. Hal yang sama diungkapkan Pak Anam. Dosen yang sedikit tertarik dengan hal-hal tersebut itu mengungkapkan, memang bisa kita memotret makhluk halus seperti itu. Hanya saja, kebanyakan bentuknya tidak jelas, hanya berupa lingkaran berwarna putih keruh melayang di udara. Untuk foto yang katanya memiliki penampakan seorang perempuan yang dipotret oleh para mahasiswanya, dia mengatakan mungkin cuma kebetulan. Kebetulan hantunya kepingin nampang-kah?


Ini Video wawancaranya:
Part 1
Part 2

Kamis, 12 Mei 2011

Pening

Seharian, aku suntuk. Sudah kurang tidur, yang berakibat pada berputarnya kepala ini, tugasku juga menumpuk.
Belum lagi harus ikut kepanitiaan sebuah acara. Ditambah, sepertinya aku perlu belajar menerima kritik. Baru dikritik orang sedikit, rasanya kepala tambah berat dan alis makin bertaut. Lama-lama nyambung nih, alisku. AAARRGGHHH!! Pengen teriak-teriak. dan benar-benar butuh hiburan.
Akhirnya refreshing dengan jalan-jalan ke blog teman, buka-buka Facebook, lihat video...
Dan sadarlah aku. Aku harus belajar melakukan satu hal, selain belajar menerima kritik:

PAKAI HATI


Segala sesuatu kalau dilakuin pake hati, hasilnya nanti masuk juga ke hati. Tadi pagi buta, aku dan teman-teman harus menempuh UTS fotografi yang dilakukan di Pantai Kenjeran. Berangkat jam 3 pagi dari rumah, padahal momen yang dicari masih bakaln keluar jam setengah 5-an. Gila!
Itu yang pertama kali aku pikirkan. Pakai ngedumel panjang lebar, ngomel kanan kiri. Eh, begitu pegang kamera dan lihat semburat mentari pagi di pinggir laut.... lupa semua. Apalagi kalau ingat-ingat touring 2 angkatan dari kampus ke Pantai. Hehehe... seru juga.
Fotografi adalah salah satu hal yang aku suka. Nyimpen obsesi jadi fotografer sejak beberapa waktu yang lalu, dan momen tadi pagi mengingatkan aku pada obsesi lama itu.
walaupun siangnya pening sih... tapi malam ini aku memutuskan buat belajar menyeimbangkan antara hati dan pikiran... AJA AJA! HWAITING!!

Rabu, 30 Maret 2011

First Love (Crazy Little Thing Called Love)

The photo were given by Prof. Google.



Diracuni oleh Novita Wijayanti alias Nobek, aku akhirnya nonton film ini. Bercerita tentang Nam (Pimchanok Luevisetpaibool), seorang gadis remaja, mungkin usia SMP hingga SMA, yang penampilannya sangat biasa. Berkacamata, dan kulitnya hitam. Dia juga nggak pintar, dan cuma jago bahasa Inggris. Namun sebenarnya, Nam ini punya bakat cantik, soalnya ibunya cantik banget. Nam naksir kakak kelasnya, namanya Shone (Mario Maurer). Shone ini tipe cowok idola banget. Ganteng, baik, jago fotografi dan main bola. Bersama teman-temannya, dia mencoba cara-cara untuk mendapatkan hati Shone melalui buku yang kalau nggak salah judulnya 9 Cara Mendapatkan Cinta or something like that. Suatu hari, Nam mendapatkan peran sebagai Putri Salju di drama sekolahnya. Di sinilah titik baliknya. Dia didandanin supaya jadi cantik, dan nggak lupa kulitnya diputihkan lewat bantuan teman-temannya. Dia jadi populer, bahkan teman masa kecil Shone, Top (bukan TOP Big Bang, nggak tahu siapa yang main namanya), juga ikut naksir dia. Something that she didn't know, Shone sudah suka dia sejak dulu, walau nggak jelas sejak kapan.

Penilaianku sih, sebenarnya film ini ide ceritanya biasa aja. Ada cewek biasa banget, naksir cowok idola sekolah. Di make over, terus jadi cantik deh. Banyak film yang mengangkat tema ini. Tapi lumayan lah, kalau cuma buat pelepas penat. Dan buat para cewek, atau cowok yang orientasi seksualnya ke cowok juga, Mario Maurer enak banget buat dilihat. Cuci mata gitu. Dari 5 bintang, dikasih 3 aja deh. Enjoy! 

Kerja Kelompok Berubah Isi

Sejatinya, kerja kelompok adalah mengerjakan suatu hal bersama-sama untuk mendapatkan hasil terbaik. Tapi ini tidak berlaku pada kerja kelompok beberapa mahasiswi Komunikasi Unair pada pagi hari ini, Rabu (30/03). Menurut rencana, mereka akan mengerjakan tugas untuk mata kuliah MPS dan Komunikasi Pemasaran. Meskipun malam sebelumnya telah mengumpulkan bahan, namun saat berkumpul bersama, tugas hanya dikerjakan sebagai selingan.

Bertempat di perpustakaan, keenam mahasiswi ini hanya serius beberapa kali saja. Selang beberapa menit kemudian, mereka mulai melakukan kegiatan masing-masing. Memang ada yang masih mengerjakan, ada yang sibuk mencari bahan, namun ada pula yang sudah mulai tidak fokus. Tiga orang mahasiswi melihat-lihat foto-foto boyband Korea di laptop milik Ega, salah seorang peserta kerja kelompok. Seorang lagi, yaitu Novia, menonton video Haha Mong Show, sebuah reality show yang juga berasal dari Negeri Ginseng. Selang beberapa menit kemudian, salah satu peserta kerja kelompok, Ula, juga mulai tidak fokus dengan mengutak-atik blog-nya yang baru saja dibuat. Keadaan sedikit membaik saat Adin datang. Adin juga seorang peserta kerja kelompok namun datang terlambat karena masih ada urusan sebelumnya.

Bagaimana hasil dari kerja kelompok ini masih belum diketahui nasibnya karena beberapa peserta, termasuk penulis memilih untuk pulang lebih awal. 

Sabtu, 19 Maret 2011

Confession

Jujur... dari jaman jebot nggak niat bikin blog... maafkan sifat introvert-ku...
Eh, ternyata waktu kuliah, aku ngambil mata kuliah satu ini... jeng jeng jeng.. Jurnalistik Online.
Mantap. Mau nggak mau, harus nge-blog deh... hehehe...
Jadi, aku bakalan membuat pengakuan... Blog ini dibuat karena tuntutan kuliah... buat para bapak dosen... maafkan kejujuran saya.. ^_^v

But I try to write about anything here, just like ordinary blogger do... about my thoughts, about what I like, dan mungkin juga kalau sudah menemukan keberanian buat memuat fanfiction nggak jelas karanganku, itu juga bakal dimuat...

Sekian dulu pengakuannya... Annyeong!